Para Mimers Yang Selamat dan Sejahtera

Perjuangan bersama harus memiliki program kesejahteraan bersama, untuk mencapai bastotan fil 'ilmi wal jismi, AMIN.

House of Representatives Para Mimers

Setiap pribadi Mimers memiliki kebebasan berserikat dan berkumpul untuk merepresentasikan kebijakan dan program.

Kebebasan berpendapat Para Mimers

Setiap pribadi Mimers berhak menyampaikan pendapat baik secara lisan maupun tulisan yang dijamin oleh Undang-Undang.

Mimers, Pribadi Yang Disiplin dan Profesional

Keterbukaan pemikiran para Mimers menghantarkan pada personal development untuk menopang institution development.

Generasi Penerus Mimers

Adalah generasi yang beriman, cerdas dan ceria, serta tercukupi segala kebutuhanya.

Tuesday, July 28, 2015

Perubahan Iklim itu Nyata: Inilah Tujuh Fakta Rekor Iklim Global yang Terjadi

Pemanasan global yang menyebabkan perubahan iklim. Sumber: NASA

Dalam satu paket laporan tahunan yang berjudul State of the Climate in 2014 yang dipublikasikan secara resmi oleh State of the Climate report from the National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) and American Meteorological Society (14/07) yang tersusun dari hasil studi iklim dan laporan dari tahun sebelumnya, menyimpulkan berita yang kurang baik: indikator perubahan iklim telah terjadi di mana-mana. Berbagai rekor buruk bumi, pecah tahun lalu.
Hasil studi setebal 292 halaman tersebut membahas hal-hal yang sangat teknis yang memuat hasil kerja dari lebih empat ratus ilmuwan yang menganalisis segala sesuatu dari perubahan suhu, cuaca ekstrim, atau es yang mencair di berbagai belahan dunia. Namun satu kesimpulan utama dari laporan ini adalah betapa bumi telah begitu berubah, dengan cepat.
“Laporan ini merupakan data dari seluruh dunia, dari ratusan ilmuwan dan memberikan kita gambaran tentang apa yang terjadi pada tahun 2014. Berbagai indikator menunjukkan kepada kita bagaimana iklim kita berubah, bukan hanya suhu tapi dari kedalaman lautan ke atmosfer luar,” jelas Thomas R. Karl, LHD, Direktur, NOAA untuk Informasi Lingkungan.
Berikut adalah tujuh catatan rekor iklim yang terpecahkan pada tahun 2014:

1. Tahun 2014 adalah Tahun Terpanas Sepanjang Masa
Sumber: NASA
Sejak pencatatan global suhu dimulai, maka tahun 2014 dinyatakan sebagai tahun dengan rekor suhu terpanas di seluruh dunia dengan rata-rata suhu permukaan global tertinggi mengacu kepada empat analisis terpisah. Kontinen Eropa dan Meksiko mengalami tahun terpanas, dengan Argentina dan Uruguay mengalami tahun terpanas kedua mereka, dan Australia mengalami tahun terpanas ketiga berturut-turut sejak tahun 2012. Afrika dan Asia juga memiliki suhu di atas rata-rata.
“Kondisi hangat di atas rata-rata ini terjadi di hampir seluruh permukaan darat dan laut selama 2014,” jelas laporan itu. “Ini memberikan kontribusi untuk suhu rata-rata global yang tertinggi sejak pertengahan 1800-an. Di daratan, Eurasia dan Amerika Utara mengalami suhu yang hangat di atas biasanya. Frekuensi suhu ekstrim hangat atas rata-rata terjadi di semua kawasan di bumi selain Amerika Utara.”
Suhu global dari tahun 1880 sampai 2014. Tahun terdingin selama periode ini adalah 1911 dan terpanas 2014. Grafik: NOAA.
2. Peningkatan Konsentrasi Gas Rumah Kaca di Atmosfer
Suhu yang meningkat didorong oleh meningkatnya gas rumah kaca, termasuk karbon dioksida, metana dan dinitrogen oksida, yang dilaporkan mencapai rekor konsentrasi atmosfer tinggi. Kadar karbon di Mauna Loa mencapai di atas 400 ppm dari April sampai Juni, dan rata-rata global adalah 397.2ppm. Konsentrasi metana naik juga, dengan peningkatan yang lebih besar dari kenaikan tahunan rata-rata selama dekade terakhir.
Distribusi geografis anomali perubahan cuaca dan berbagai kejadian penting di bumi selama 2014. Klik pada gambar untuk memperbesar. Sumber: NOAA report

3. Peningkatan Suhu Permukaan Laut dan Meningkatnya Siklon
Rata-rata suhu permukaan laut global mencapai rekor tertinggi, suhu terutama hangat di bagian barat Atlantik, serta kawasan tengah dan timur Pasifik. Meskipun kenaikan suhu permukaan laut tidak menyebabkan El nino tahun lalu, namun para ilmuwan meyakini bahwa peningkatan suhu permukaan laut akan menyebabkan El nino akan datang tahun 2015 khususnya di samudera Pasifik tropis.
Kenaikan suhu permukaan laut telah mendorong munculnya siklon tropis dari rata-rata yang terjadi, selama tahun 2014, terdapat 91 siklon tropis, meningkat dari 82 badai yang terjadi rata-rata selama dekade 1981-2010.
Grafik menunjukkan bagaimana tahun di mana ada El Nino dan La Nina memainkan peran dalam rekor dan fluktuasi suhu tahunan. Grafik: NASA.
4. Peningkatan Suhu Lautan
Peningkatan suhu juga terjadi tidak saja di permukaan laut, tetapi juga pada suhu lautan. Suhu panas lautan telah mencapai rekor baru yang mencerminkan fakta bahwa lautan telah menyerap hingga 90 persen panas yang terperangkat oleh atmosfer bumi oleh gas rumah. Saat gas rumah kaca meningkat di atmosfer, maka hal ini akan menyebabkan suhu laut pun meningkat.
Perubahan suhu laut yang terus menunjukkan trend kenaikan. Sumber: NOAA report
5. Kenaikan Muka Air Laut
Permukaan laut juga memecahkan rekor baru. Kenaikan muka air laut sekarang saat ini diperkirakan sekitar 67 milimeter dari tahun 1993. Faktor-faktor yang menyebabkannya muka air laut ini diantaranya adalah karena mencairnya gletser dan es di permukaan laut, molekul air yang mengembang ketika suhu menjadi hangat serta terjadinya pencairan es di daratan yang airnya mengalir ke lautan.
6. Pencairan Es di Greenland dan Pemanasan Artik
Greenland, pulau terbesar di dunia yang tertutup oleh es abadi dilaporkan 90% esnya mulai mencair dengan kecepatan di atas rata-rata setelah musim dingin berakhir. Pada bulan Agustus 2014, rekor sinar matahari yang terpantul dari permukaan Greenland mencapai titik terendah. Pencairan es di permukaan daratan menggelapkan permukaan lapisan es itu, sehingga kurang mampu memantulkan energi matahari.
Demikian pula wilayah Arktik di lingkaran kutub utara dilaporkan terus menghangat. Wilayah Arktik mengalami tahun terpanas keempat sejak pencatatan dimulai pada awal abad ke-20. Salju Arktik rata-rata mencair 20-30 hari lebih awal dari 1998-2010. Di utara Alaska, suhu rekor tertinggi yang dipantau melalui empat dari lima observatorium permafrost.
Wilayah es di Arktik ‘hanya’ mencapai 1,94 juta mil persegi pada 17 September, atau terendah sejak pengamatan satelit dimulai pada tahun 1979. Ini merupakan kedelapan kalinya berturut-turut luasan es semakin berkurang dalam delapan tahun terakhir.
Kenaikan permukaan laut sejak 1993 hingga tahun lalu. Sumber: NOAA report
7. Kawasan Laut yang Tertutup Es di Antartika
Apa yang terjadi di belahan bumi selatan juga menunjukkan fenomena perubahan iklim. Kawasan laut yang tertutup es justru semakin meluas, dimana pada tahun 2014 merupakan rekor terluas. Pada 20 September 7,78 juta mil persegi melebihi 7,56 juta mil persegi pada tahun 2013. Ini adalah tahun ketiga berturut-turut dari rekor es laut maksimum batas.
Salah satu alasan yang bisa menjelaskan hal ini adalah perubahan pola arah angin. Angin menghempaskan es-es yang berada di pinggir laut yang kemudian membeku dan menutupi permukaan lautan, tanpa adanya daratan yang cukup tinggi untuk menghalangi arah angin, hal ini akan terus terjadi. Meskipun hal ini seolah-olah terdengar kontradiktif dengan ide planet pemanasan, namun justru hal ini menunjukkan potensi pergeseran atmosfer yang diakibatkan perubahan iklim.

Gulungan Taurat Kuno Berusia 1.500 Tahun Ditemukan


MIMMERS - Sejumlah fragmen gosong yang ditemukan di pantai barat Laut Mati akhirnya dapat diidentifikasi sebagai gulungan Taurat kuno berumur 1.500 tahun.
Ditemukan saat melakukan penggalian di sebuah sinagoga daerah Ein Gedi pada 1970 lalu, fragmen tersebut diakui menjadi sebuah misteri selama 45 tahun ini.
Fragmen tersebut dapat diketahui wujud aslinya setelah dipindai dan diproses menggunakan teknologi canggih perangkat lunak pemindai gambar digital.
Proses penerjemahan bahasa Taurat kuno ini juga memakan waktu hingga satu tahun dan dilakukan oleh sejumlah ilmuwan serta peneliti dari penjuru dunia.
Setelah diproses, akhirnya hasil penelitian menunjukkan bahwa Taurat itu adalah potongan dari kitab Imamat, satu dari lima kitab Perjanjian Lama yang ditulis oleh Nabi Musa.
Dikatakan Taurat ini dahulu ikut terbakar bersama sebuah sinagoga yang berdiri pada abad keempat dan ketujuh, tepatnya pada zaman Kekaisaran Romawi Timur.
Dari penggalian sinagoga yang terbakar itu, ditemukan pula kotak uang milik umat Yahudi yang beribadah di sinagoga tersebut dan perkakas-perkakas lainnya.
"Ini adalah penemuan yang sangat besar. Inilah penemuan potongan Alkitab kuno yang paling signifikan sejauh ini," ucap Pnina Shor, pengarah proyek Gulungan Laut Mati.
Fragmen tersebut dipamerkan pada Senin (20/7/2015) lalu, di laboratorium Antiquities Authority, Israel Museum, Yerusalem. (The Jerusalem Post/IOL Sci Tech)

Saturday, May 30, 2015

Pernyataan Blatter setelah Terpilih Lagi Menjadi Presiden FIFA

MIMERS - Sepp Blatter tak memerlukan jalan yang panjang untuk kembali menjadi presiden FIFA hingga empat tahun ke depan. Pada pemilihan yang berlangsung di Zurich, Swiss, Jumat (29/5/2015), pria berusia 79 tahun ini hanya memerlukan satu putaran setelah penantangnya asal Yordania, Pangeran Ali Al-Hussein, memutuskan mundur lima menit menjelang putaran kedua.

Setelah terpilih, Blatter berjanji akan berusaha memimpin FIFA dengan sebaik-baiknya, sambil berharap adanya kerja sama dari semua pihak.

"Pertama-tama saya ingin memberikan pujian dan mengungkapkan rasa terima kasih kepada Pangeran Ali karena dia adalah penantang dan telah memperoleh hasil yang sangat baik," demikian pernyataan Blatter setelah dinyatakan menjadi presiden.

"Dia bisa saja mengatakan 'tidak, mari kita ke langkah selanjutnya dan mungkin saya bisa menerima lebih banyak suara'. Tetapi saya berterima kasih kepadamu karena menerimaku untuk empat tahun ke depan. Saya akan menjadi komando kapal ini yang bernama FIFA dan kita akan membawanya kembali berlayar."

Pria asal Swiss ini pun mengakui FIFA membutuhkan sosok perempuan di organisasi dan perlu melakukan pekerjaan yang lebih lagi.

"Kita memiliki masalah organisatoris. Kita membutuhkan wanita di komite ini, kita harus melakukan yang lebih. Saya tidak akan menyentuh Piala Dunia, itu terlalu penting," tambahnya.

"Saya bertanggung jawab membawa kembali FIFA, bersama kalian kita akan melakukannya. Saya yakin."

"Saya berjanji pada akhir masaku saya akan memberikan FIFA kepada penggantiku dalam posisi yang sangat kuat."

Di akhir kata sambutannya, Blatter mengucapkan kata-kata bijak.

"Usia tak jadi masalah. Beberapa orang yang 50 tahun terlihat tua. Saya senang kalian dan senang pekerjaanku dan saya ingin berada bersama kalian. Saya tidak sempurna tetapi kita akan melakukan sebuah pekerjaan yang bagus bersama-sama. Majulah FIFA, majulah FIFA!"

Dalam pemilihan ini Blatter mendapatkan 133 suara dan Pangeran Ali 73 dari total 209 suara - artinya ada 3 suara yang tidak memilih. Karena tak ada kandidat yang meraih dua pertiga dari total suara, maka seharusnya dilanjutkan dengan putaran kedua

Namun, lima menit menjelang berlangsungnya putaran kedua, Pangeran Ali memilih mundur. Dengan demikian, Blatter secara resmi terpilih lagi untuk kelima kalinya secara berturut-turut menjadi pemimpin badan tertinggi sepak bola dunia ini.

Friday, January 9, 2015

Politik Balkanisasi Indonesia Melalui Dua Sisi

Penulis : M Arief Pranoto, Research Associate Global Future Institute (GFI)
Balkanisasi Indonesia? Mungkin topik ini menarik untuk diulas mengingat isu ‘Clinton Program 1998’-nya Amerika (AS) guna memporak-porandakan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) meski sayup-sayup, namun terdengar. Betapa republik ini akan dipecah belah sebagaimana nasib negeri-negeri di Kawasan Balkan dulu. Nusantara akan berubah menjadi negara kecil-kecil, serta statusnya hendak disamakan dengan negara kepulauan (polenesia) di Samudera Pasifik semacam Vanuatu, Solomon Island, Selandia Baru, Hawaii, Fiji, Atol Midway, Samoa, Tuvalu, dll. Entah benar, atau cuma rumor belaka, namun pada dekade terakhir ini, isue tersebut telah menjadi bagian masalah yang mutlak harus dicermati di Bumi Pertiwi.

Tulisan sederhana lagi tak ilmiah ini, tidak lagi menyoal apakah Clinton Program itu ada, nyata atau tidak, “Tak akan ada asap tanpa api”. Mimpi itu ada walau tidak nyata, namun toh kerap berperan dalam kehidupan seseorang. Kentut pun hampir sama, meski tak terlihat tetapi ada dan nyata, terutama ‘berperan’ (menjadi masalah) bagi orang-orang yang menciumnya.

Berbasis analogi di muka, catatan ini coba menguak topik isue di atas melalui beberapa tanda atau indikator. Manakala tanda-tanda orang bermimpi itu bicara sendiri (nglindur), melakukan gerak sewaktu tidur, dsb atau tatkala indikasi orang kentut nampak dari mimik, gerak-gerik tubuh, dll maka dari perspektif inilah kita hendak membuka tabir dimaksud. Sederhana.  

Mari cermati perilaku geopolitik asing di NKRI yang indikasinya berujung pada skema “Balkanisasi Indonesia”. Awal diskusi akan dimulai dari kondisi politik global terlebih dulu, baru kemudian meliuk ke tanah air. Sepakat? Agar tak berkepanjangan, kita mulai semenjak berakhir Perang Dunia (PD) II dekade 1939-1945.

Usai PD II, geliat geopolitik Eropa dan Amerika (AS) terkesan stabil kecuali Inggris yang masih digaduhkan oleh separatis Irlandia Utara (IRA). Kelompok kolonial seperti Belanda, Prancis, AS, Portugis, Sanyol, Inggris, dan lain-lain cenderung diam meskipun secara (silent) sistematis tetap melakukan kendali di bekas negara-negara koloni khususnya kontrol terhadap ekonomi dan politik. Indikatornya tercermin dengan aneka ‘penyatuan negara’ dalam bentuk kerjasama baik ekonomi, politik, maupun pakta pertahanan seperti Five Power Defence Agreement (FPDA), ANZUS, Commonwealth, dan sebagainya.

Melambung sebentar ke depan. Barangkali kegaduhan paling aktual ialah gerakan Occupy Hongkong yang kini terjadi di wilayah ex koloni Inggris tersebut. Momen tersebut dapat diterka (diduga) merupakan implementasi British Geopolitic (BG), dimana pola  perilakunya mencaplok terlebih dulu simpul-simpul transportasi, sebelum akhirnya (menjajah) ke sektor-sektor lain. Ada apa sich di Hongkong (HK)? Dari aspek sumberdaya alam (SDA), HK tidak sedahsyat Xinjiang bahkan tergolong miskin SDA. Namun hebatnya, ia memiliki pelabuhan besar di tepi jalur (perairan) internasional yakni pelabuhan laut (seaport) serta bandara udara (airport) bertaraf internasional. Bahkan seaport HK merupakan 10 pelabuhan tersibuk di dunia, demikian juga airport-nya menjadi pusat transit penting di dunia karena letaknya yang strategis. Itulah sumberdaya HK yang justru menggiurkan bagi negara imperialis seperti Inggris, AS, dan lain-lain.

Kembali ke era pasca PD II (Perang Dingin). Jika jeli menyimak, banyak kasus kudeta (dan konflik) di negara-negara  bekas jajahan Barat sejatinya cuma ulangan peristiwa. History repeat itself.  Terutama konflik internal yang melanda kelompok negara yang berlimpah dan kaya akan SDA semacam Asia Tengah, Timur Tengah --- oleh Mackinder, keduanya disebut World Islands atau Heartland (jantung dunia)--- dan Afrika (terutama Afrika Utara), dll. Bagaimana dengan Indonesia? Nanti kita ulas.

Tak putusnya konflik-konflik dan/atau kudeta di negara bekas koloni Barat bukanlah faktor tunggal yang berdiri sendiri tanpa dalang dan pemilik hajatan meremot dari kejauhan. Di setiap pagelaran niscaya ada wayang, dalang dan pemilik hajatan. Gerakan wayang tergantung dalang, geliat si dalang niscaya merujuk hasrat si penanggap atau pemilik hajatan. “Pak Dalang, saya ingin lakonnya wayang mbeling!”. Itulah pakem nusantara yang telah menjadi pakem (norma) dalam pagelaran politik global.

Sebagaimana diulas pada prolog tulisan ini, meski cenderung silent bahwa kelompok negara kolonial tetap melakukan kontrol terhadap negara-negara bekas jajahannya. Menjadi circumstance evidence (bukti keadaan) bahkan patern evidence (bukti pola) manakala pelaku kudeta ataupun tokoh-tokoh konflik justru para perwira militer, ataupun kaum intelektual lulusan Barat. Hal ini yang menarik dicermati. Pertanyaan hipotesa, “Inikah modus pemilik hajatan atau sang donatur menagih janji serta meminta bukti loyalitas atas “bantuan”-nya selama ini terhadap si wayang atau dalang; atau jangan-jangan malah mereka disuruh menerapkan disertasi (teori)-nya?”

Yang diincar oleh asing (pemilik hajatan) tak lain adalah SDA negeri dimaksud, meski isue yang diusung oleh komprador (wayang/dan dalang) melalui blow up media massa berkisar soal demokrasi, HAM, korupsi, pluralisme, intolerans, kepemimpinan tirani, freedom, dan lain-lain. The way thing are done around here. Itulah perilaku (geopolitik) kolonialisme.

Sedang kelompok negara komunis ---masih dalam pasca PD II--- seperti Yugoslavia, Jerman Timur, Chekoslovakia, Rumania, Polandia, dll cenderung mengutamakan konsolidasi ke dalam dengan ujud menjaga stabilitas internal, menguatkan sentralisasi, indoktrinasi ideologi, dll kecuali Cina dan Uni Soviet terlihat ekspansif, bahkan Cina kian agresif di panggung politik global hingga kini.

Namun dalam pola intervensif, Paman Sam terlihat licik karena kerapkali mengganggu stabilitas negara yang ditarget berdalih membendung komunisme, atau menyebar intoleransi, isue demokrasi, HAM, dan lainnya dengan menumpang pada sisi pluralitas (keberagaman suku dan agama) sebagai sumbu letus. Tetapi anehnya, justru agenda asing tersebut seperti tak disadari ---atau pura-pura tidak disadari--- oleh elit dan elemen bangsa-bangsa dimaksud. Entah kecanggihan penerapan skenario, atau karena cantiknya permainan para komprador di internal negeri, dan lainnya.

Sudah tentu, sebagai konsekuensi logis atas perilaku geopolitik tadi, mutlak mereka harus menjalin berbagai proxy (perpanjangan tangan) dalam rangka menerapkan visi dan misi, atau diciptakan “boneka” bagi kepentingannya di negeri target melalui sosok fenomenal, lembaga swadaya (LSM), capacity building, pembiayaan program kegiatan, gelontoran hibah, dll ---no free lunch--- kepada LSM, individu, organisasi massa bahkan tak ada makan siang gratis bagi pemerintahan di negara-negara target. Sekali lagi, no free lunch atas segala hibah, bantuan (dan utang) di suatu negara.

Diskusi terbatas (3/7/2013) di Global Future Institute (GFI), Jakarta, pimpinan Hendrajit mencatat satu pointers menarik, “Bahwa pola kolonialisme selalu menciptakan tandingan-tandingan”. Misalnya, bila ada organisasi fundamental niscaya akan dilahirkan kelompok lain sebagai counter-nya. Indonesia contohnya, ketika muncul Front Pembela Islam (FPI) yang cenderung radikal, maka dimunculkan Jaringan Islam Liberal (JIL) untuk tandingannya; atau bila eksistensi kaum tradisional menguat, nisaya akan dibentuk entitas modern sebagai tandingan. Sekali lagi, akan selalu muncul tandingan, tandingan dan tandingan dalam perilaku geopolitik kolonialisme.

Konsep, model serta modus semacam ini akan senantiasa bergulir secara sistematis dan masif di lorong-lorong manapun baik lorong ekonomi, politik, security, dan sosial budaya. Tujuan jelas, agar bangsa (atau negara target) senantiasa gaduh di tataran hilir, dibentur-benturkan dengan pola-pola tandingan di internal supaya skema kolonialisme tak terpantau (deception). Ia jalan terus serta semakin kuat tertancap dalam hal penguasaan ekonomi dan pencaplokan SDA di negara target. Conflict is the protection oil flow.

Sebagai tambahan ilustrasi, ketika muncul kelompok kritis menurut perspektif hegemoninya, entah kelompok "kiri", entah golongan “bersimbol agama”, dan terutama sekali kebangkitan jiwa nasionalis di sebuah bangsa ---- maka Paman Sam siap menyediakan logistik, konsepsi, think tank, kalau perlu membikin ‘pasukan tersendiri’ guna menghancurkan aktivitas tersebut baik secara hard power atau simetris (militer), ataupun secara asimetris (non militer/smart power) melalui cyber troops, gerakan massa, bully, dan lain-lain. Patut dicatat, Arab Spring merupakan contoh langkah asimetris Barat di Kawasan Heartland dan Afrika Utara ---Jalur Sutera--- yang relatif sukses oleh karena berhasil menjungkalkan rezim penguasa kala itu.

Meliuk lagi namun dalam koridor topik. Sebelum kegagalan AS dan sekutu di Afghanistan (2001-2013) dan Irak (2003-2012), invasi (keroyokan) militer memang dianggap metode favorit sebab dinilai efektif meskipun high cost dan membutuhkan restu (kongres) internal serta restu (resolusi) PBB. Dalam praktek, restu internasional pun kadang diabaikan berdalih kepentingan nasionalnya terancam. Doktrin preemtive strike diterbitkan hanya untuk tameng manakala ia menyerang negara lain secara ilegal. “Serang dulu sebelum diserang”.

Pola invasi di atas pernah memetik sukses di Afrika, Timur Tengah, Amerika Selatan, dan lain-lain (Baca: Tangan-Tangan Amerika di Pelbagai Belahan Dunia by Hendrajit dkk). Tapi agaknya, model invasi militer secara terbuka mulai ditinggalkan oleh AS dan sekutu kecuali mungkin bila keadaan memaksa. Mereka kini, lebih meyukai tata cara asimetris yang soft, senyap dan smart bila dibandingkan hingar-bingar peperangan simetris.

Tak boleh diabaikan dalam cermatan adalah, jika di sebuah negara terdapat benih pluralisme baik secara etnis, agama, atau mazhab dalam agama, kultur, aspek historis, dll maka perilaku geopolitik kolonialisme cenderung menunggangi kondisi tersebut dalam rangka destabilisasi negeri dimaksud. Tibet misalnya, atau Xinjiang di Cina, Turkistan Timur, Kashmir (India-Pakistan), Chechnya (Rusia), Baluchistan di Pakistan, Kurdistan (Irak-Iran) dan Sudan, merupakan contoh-contoh nyata.

Pertanyaannya kini: apakah konflik Syiah-Sunni di Madura, atau ‘bencana sosial’ antara Madura - Dayak di Kalimatan, konflik pribumi versus pendatang di Lampung, tergolong konflik-konflik yang ditungganginya? Entahlah. Mari telusuri berdasar asumsi GFI, Jakarta, “Bahwa mapping konflik dimanapun senantiasa pararel dengan jalur-jalur atau wilayah kaya emas, minyak, gas alam serta tambang lainnya”. Silahkan dicermati, apakah Sumatera, Kalimantan dan Madura ---di lokasi konflik--- itu cuma penghasil jagung, ketela rambat, tempe bongkrek; atau ia memiliki potensi bidang pertambangan? What lies beneath the surface. Apa yang terkandung di bawah permukaan. Itulah analisa berbasis circumstance evidence dan patern evidence di lingkungan penggiat geopolitik dan global review.

Kembali ke balkanisasi negeri ini sebagaimana isue Clinton Program 98, bahwa rencana tersebut (kemungkinan) telah berjalan sejak peristiwa Sambas, Sampit, Ambon, Poso, dll. Ibarat memakan bubur panas dimulai dari pinggiran, republik ini seperti disisir via konflik komunal dari tepian. Inikah strategi "desa mengepung kota"-nya Mao Ze Dong? Sekali lagi, “Entahlah”.

Selanjutnya, tatkala membaca separatisme Aceh dan Papua lebih bercorak ke primordialistik, HAM, atau kue pembangunan yang tidak merata, lalu “Bagaimana dengan lepasnya Timor Timur dulu?” Tak boleh dipungkiri, bahwa fakta bergabungnya Timor  Leste ke dalam NKRI berpola integratif ala Tibet melalui restu Barat guna membendung komunisme. Maka sebagai konsekuensi logisnya adalah, ia akan mudah lepas ketika “restu” dicabut. Tak boleh tidak. Adapun isue HAM sebagai pintu pembuka, dan agenda jajak pendapat setelah hadirnya pasukan asing di Indonesia hanyalah pagelaran yang lazim dijalankan. Itulah balkanisasi dari pinggiran atau sisi luar.
Sementara balkanisasi dari internal (sisi dalam) tampaknya berjalan ‘senyap’ melalui sistem politik multipartai, otonomi daerah (otoda), pemilu langsung, dll. Hampir tidak terpantau bahkan relatif efektif. Lagi-lagi, selain tidak terendus secara vulgar karena selaras dengan gegap demokrasi, juga segenap elit dan mayoritas bangsa asyik bergaduh-ria di tataran hilir hingga hampir kehabisan energi. Ya, terlihat glamour namun tidak menyentuh kepentingan nasional RI. Pada gilirannya, balkanisasi dari sisi dalam justru lebih signifikan dalam proses pelumpuhan Ketahanan Nasional kita yang memang telah lemah sebab didangkalkan baik dari sisi konsepsi maupun implementasi (baca: Hingga Kapan Pengabaian dan Pendangkalan Geopolitik Terus Berlangsung di Indonesia? di www.theglobal-review.com).

Bahwa contoh riil penerapan metode belah bambu (devide et impera) di negeri plural dapat dipetik via ilustrasi perang sipil di Balkan. Mereka pun terpecah belah menjadi beberapa negara kecil berdasar etnis dan agama. Bosnia-Herzegovina, Kroasia, Montenegro, Serbia, Albania, dan Kosovo adalah ‘anak-anak’ yang lahir dari rahim Yugoslavia, induknya. “Itulah fakta dan realitas balkanisasi” di muka bumi. Fenomena tersebut jika diibarat menyantap kue ulang tahun, maka menyendok kue setelah diiris-iris menjadi potongan kecil akan lebih mudah dan gampang melahab (SDA)-nya daripada ia masih utuh (menyatu).

Analog memakan kue ulang tahun di muka, identik penerapan otoda sejak era reformasi sebagai bentuk negara federal kemasan baru, atau modus multipartai dan pilihan langsung (one man one vote) yang tanpa sengaja telah meluaskan tebaran benih konflik berbasis agama, etnis, politik, ideologi kontemporer, kelompok ---secara berkala---  antara sesama anak bangsa sendiri. Inilah yang kini tengah berlangsung di Bumi Pertiwi.

Dari uraian tak ilmiah dan sederhana di atas, setidaknya dapat kita cermati bahwa upaya balkanisasi di negeri ini telah berjalan masif, sistematis, bahkan senyap karena justru tak disadari oleh mayoritas anak bangsa. Balkanisasi dari sisi luar melalui konflik komunal menyisir dari pinggiran, sedang balkanisasi dari sisi internal melalui sistem politik yang diterapkan dalam konstitusi negara.

Seandainya pola dan perilaku ini dibiarkan terus berlangsung tanpa (ada transformasi) negara hadir secara langsung untuk melindungi segenap tumpah darahnya dan secepatnya take over, tidak lama lagi ---- sekali lagi, tidak perlu menunggu waktu lama niscaya akan ada gelombang balkanisasi di Indonesia. Jangan-jangan, Bumi Pertiwi ini kelak hanya tinggal dongeng bagi anak-anak cucu bahwa konon Indonesia pernah ada, nyata dan berada.

Terimakasih
Sumber :  http://www.theglobal-review.com/content_detail.php?lang=id&id=16562&type=4#.VK92_i73US5

Wednesday, December 24, 2014

PESAN-PESAN DARI PENGHUNI PLANET-PLANET LAIN YANG BERSAHABAT DAN INGIN MEMBANTU MANUSIA BUMI MENINGKATKAN DIRI AGAR DAPAT MELEWATI MASA TRANSISI MENUJU ZAMAN BARU DENGAN AMAN

Oleh : SITA SUDJONO 

Terlihat salah-satu artifak peninggalan nenek moyang manusia ribuan tahun yang lalu di sebuah goa pra-sejarah bergambar makhluk luar Bumi memakai pakaian astronaut lengkap dengan helm dikepalanya
1. MAKHLUK DAN MANUSIA

PLANET LAIN SERING BERKUNJUNG DAN MENELITI BUMI SEJAK ZAMAN PURBAKALA


Alam Semesta Raya ciptaan SANG MAHA PENCIPTA dipenuhi oleh berbagai macam kehidupan. Amat sombong kiranya jika manusia bumi berpikir bahwa bumi adalah satu-satunya planet di alam semesta yang dihuni oleh bangsa manusia.


Di planet- planet, bintang-bintang yang bertebaran di alam semesta yang amat luas itu hidup ciptaan-ciptaan yang beraneka ragam, berbeda warna kulitnya, berlainan jenis dan bentuk, ada yang kerdil, ada juga yang besar tinggi seperti raksasa. Berlainan pula densitas atau kepadatan raganya, sesuai dengan tingkatan evolusi dan perkembangan spiritualnya.


Tidak semua memiliki bentuk dan tubuh jenis humanoid seperti manusia bumi, yaitu yang disebut jenis ADAM KADMON. Di antara mereka itu ada yang bisa terlihat oleh kita, penghuni alam dimensi ke-3, ada juga yang tidak terlihat karena mereka hidup di alam dimensi yang berbeda. Namun mereka yang non-fisik dan berasal dari dimensi lebih tinggi, ada yang bisa memanifestasikan diri secara fisik bila dikehendakinya.


Dorothy Roeder

Sebagai contoh tentang beda bentuk dan rupa, ada keterangan dari makhluk yang menamakan dirinya RANOASH dari planet ATAIEN melalui DR. DOROTHY ROEDER, seorang “Channel” bangsa Amerika, bahwa bentuk tubuhnya mirip seekor belalang kacung (praying mantis), tinggi 6 kaki dan berjalan tegak. Dijelaskan pula bahwa bentuk fisiknya itu senantiasa mengalami perubahan*-perubahan untuk menampung kesadaran dirinya sesuai perkembangan evolusinya, dan juga diselaraskan dengan keadaan habitatnya.

Banyak di antara penghuni planet lain yang sejarah perkembangannya jauh lebih tua dan pengetahuan teknologinya jauh lebih canggih. Bahkan sebelum manusia bumi mengenal ilmu matematika, ada makhluk planet lain yang sudah mampu melakukan perjalanan antar planet dengan menggunakan energi kosmik sebagai tenaga penggeraknya.

Tidak heran jika penghuni planet lain memandang peradaban teknologi manusia bumi masih dalam tingkat primitif dan infantil atau kekanak-kanakan. Namun ada pula di antara mereka yang teknologinya canggih tetapi kesadaran spiritualnya masih rendah.

* * * 

Terlihat salah-satu bukti artifak disebuah goa pra-sejarah bergambar makhluk luar Bumi dengan antena dikepalanya peninggalan nenek moyang manusia ribuan tahun yang lalu.

Sejak zaman purbakala, bahkan sebelum kehidupan bumi diciptakan sekitar 600 juta tahun yang lalu (menurut keterangan manusia asal Pleiades), banyak makhluk planet lain sudah sering berkunjung ke bumi, bahkan secara berkala bermukim di sini.

Bukti-*bukti dan tanda-tanda kunjungan mereka telah banyak ditemukan oleh para ilmuwan, pakar arkeologi, dan tak sedikit buku-buku telah ditulis mengenai penemuan-penemuan mereka, antara lain dapat dibaca karya ERICH VON DANIKEN dan ZECHARIA SITCHIN.


Salah satu buku Erich Von Daniken yang menghebohkan dunia dan telah di terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia yang berjudul: Nenek moyang kita dikunjungi astronaut bintang lain, keluaran tahun 80-an.

ERICH VON DANIKEN dalam tulisan-tulisannya antara lain “chariots of the Gods” dan “Gods from Outer Space”, berdasarkan hasil penelitiannya mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan apakah ada makhluk-makhluk cerdik pandai di kosmos yang mendarat di bumi ribuan tahun yang lalu? Siapa yang membuat piramid dan sphinx di Mesir, patung-patung batu raksasa di kepulauan Easter.

Siapa yang membuat baterai listrik yang ditemukan ternyata sudah berumur ribuan tahun..? Dinilai dari sebutannya yaitu “gods“, manusia luar angkasa itu tentunya memiliki potensi luar biasa.

Sedangkan SITCHIN , juga seorang ilmuwan yang selama puluhan tahun meneliti monumen-monumen, arca-arca dan benda-benda kuno, hasil galian arkeologi, teks purbakala dan lain-lain berhasil menelusuri sejarah kuno bangsa manusia, mendapatkan bukti-bukti bahwa manusia bumi pertama diciptakan oleh makhluk-makhluk dari planet lain yang memiliki kemampuan-kemampuan ilahi dan merupakan leluhur manusia bumi. (When Time Began, The 12th Planet, Cosmic Code)


Terlihat salah-satu artifak peninggalan nenek moyang manusia ribuan tahun yang lalu di sebuah goa pra-sejarah bergambar makhluk luar Bumi memakai pakaian astronaut lengkap dengan helm dikepalanya

Di zaman modern, penampakan piring terbang banyak terjadi sesudah Amerika menjatuhkan bom atom pada tahun 1945 di Jepang, lalu makhluk dan manusia dari planet lain (E.T. = Extra Terrestrial) atau makhluk asing (Alien) banyak diberitakan mendarat di bumi sejak sekitar tahun 1950 .

Mereka yang melakukan kegiatan menculik hewan ternak dan manusia untuk keperluan penelitian, adalah makhluk dari planet peripheral (pinggiran alam semesta). Mereka mempunyai kepentingan tertentu, kebanyakan datang dari planet ZETA RETICULUM. Biasa disebut “The Greys” karena memakai seragam warna kelabu.

Mereka itu tidak termasuk jenis humanoid. “The Greys” melakukan penelitian terhadap hewan dan manusia bumi terutama karena sangat ingin tahu tentang keadaan tubuh manusia. Di mana letak jiwa dan emosi manusia secara biologis, bagaimana perkembangan spiritual manusia bumi.


The Greys

Mereka juga melakukan “cross-breeding“, mencoba berkembang biak dengan manusia bumi dengan tujuan memperbaiki jenis bangsa mereka. Mereka mempunyai keinginan menjadi seperti manusia bumi, karena mereka sendiri sudah sulit berkembang biak, antara lain akibat “cloning“.

Konon “The Greys” dikabarkan telah membuat suatu pakta perjanjian dengan pemerintah Amerika Serikat, yang memberi ijin melakukan penelitian-penelitian dengan imbalan mereka memberi pengetahuan tentang teknologi canggihnya. Dua pangkalan udara di Amerika Serikat disediakan untuk melakukan penelitian bersama.

Namun akhirnya kegiatan mereka melampaui batas, tidak terkendali dan mereka mengingkari perjanjian. Ribuan orang menjadi korban penculikan dan perlakuan tidak manusiawi. Walaupun mereka mampu menghapus memori pengalaman buruk dari ingatan korban, namun banyak orang tidak dapat menghilangkan rasa takut dan traumanya.

Pemerintah Amerika Serikat berupaya keras untuk menutup-nutupi hal-ichwal kerjasama itu. Mass media dan penduduk dilarang keras menyiarkan berita tentang pertemuan dengan makhluk asing, tentang pengalaman diculik agar tidak menimbulkan panik di kalangan masyarakat. Bahkan dibentuk sebuah pasukan khusus terdiri dari petugas-petugas yang berpakaian hitam-hitam (the men in black) yang mengancam dan menteror warga Amerika yang menyiarkan pengalaman-pengalaman mereka. Padahal kantor-kantor pemerintahan dan badan-*badan intelejen penuh dengan laporan-laporan, namun hanya dapat dibaca oleh segelintir orang saja.

EDGAR MITCHELL adalah salah satu dari 12 astronot yang pernah berjalan di bulan. Ia menyatakan di dalam suatu konfrensi tentang UFO (Oktober 1998) bahwa ia telah melihat bukt-bukti otentik bahwa makhluk asing itu benar-benar ada. Pembicaraan- pembicaraan dengan pejabat-pejabat pemerintah dan Angkatan Udara A.S. yang menangani kasus-kasus penampakan piring terbang dan kegiatan makhluk-makhluk asing di bumi telah meyakinkan Mitchell bahwa laporan-laporan tersebut bukan sekedar omong kosong atau khayalan dari orang-orang yang mengaku pernah melihat dan bertemu makhluk atau manusia dari angkasa luar. Edgar Mitchell pernah bekerja sebagai konsultan pada perusahaan film yang membuat film seri “The X-Files”.

Mantan kepala bagian komunikasi dan perancang pesawat antariksa bernama MAURICE CHATELAIN, setelah pensiun dari NASA mengungkapkan bahwa semua penerbangan APOLLO dan GEMINI dibuntuti oleh sejumlah piring terbang, kadang-kadang sangat dekat. Ketika astronot NEIL AMSTRONG dan BUZZ ALDRIN mendarat di bulan mereka menyaksikan sebuah pesawat antariksa asing di tepi salah satu kawah bulan. Namun semua informasi tentang hal-hal seperti itu dilarang disiarkan oleh Mission Control. CHATELAIN adalah penulis buku berjudul : “OUR ANCESTORS CAME FROM OUTER SPACE” — 1979 (Leluhur kita berasal dari angkasa luar).

Banyak sekali hal ikhwal dan penemuan-penemuan tentang kehidupan di angkasa luar yang dirahasiakan oleh para ilmuwan. Hingga kini belum banyak orang mengetahui bahwa di planet MARS terdapat piramida yang mirip seperti piramida di Mesir, dan juga bahwa di planet merah itu terdapat pula sebuah bangunan raksasa berbentuk wajah manusia.

2. PENGHUNI PLANET LAIN YG BERSAHABAT INGIN MEMBANTU DAN SELAMATKAN MANUSIA BUMI DARI BENCANA DAN KEHANCURAN


Billy Meier dan Semjase (ilustrasi)

Dewasa ini makhluk planet lain dari kelompok “The Greys” sudah meninggalkan planet bumi karena mereka sudah tahu bahwa bumi akan mengalami suatu perubahan besar (menuju dimensi lebih tinggi), lalu mereka menyingkir karena kuatir terkena dampaknya. Sebaliknya masih banyak makhluk dan manusia planet lain yang bersahabat, berjaga-jaga di sekitar bumi dan menghalau makhluk-makhluk yang mengganggu atau mempunyai itikad buruk.

Ciptaan-ciptaan (makhluk dan manusia) dari planet lain yang bersahabat itu tergabung dalam KONFEDERASI GALAKTIKA, dan mempunyai misi yang disebut Operasi Peningkatan Manusia (Operation Lift Man), yaitu : misi meningkatkan kesadaran spiritual manusia bumi.


Billy Meier, yang hanya memiliki satu tangan dan satu tangannya lagi buntung, mengaku beberapa kali diajak terbang naik pesawat antariksa dan diberi banyak sekali informasi serta ajaran-ajaran spiritual yang belum diketahui secara luas oleh manusia bumi.

Manusia asal gugus bintang PLEIADES mengaku telah memperhatikan bumi sejak ribuan tahun.

Dari zaman ke zaman mereka berkunjung dan mengadakan kontak dengan penduduk bumi. Mereka telah datang di zaman Alantis, Mesir, Mexico, Peru dan lain-lain tempat.

Sejak 300 tahun terakhir mereka meneliti secara seksama kehidupan di bumi, mempelajari perilaku manusia, bahkan sudah mengetahui semua bahasa yang digunakan oleh penduduk bumi.

Mereka memiliki basis di berbagai negara, antara lain di pegunungan Alpen, Swiss, dan di Mt. Shasta, California, USA.


Semjase sang alien

Seorang petani bangsa Swiss bernama EDUARD BILLY MEIER, sejak masih kanak*-kanak sampai tua mengadakan kontak dengan utusan dari bintang PLEIADES, seorang wanita bernama SEMJASE disekitar tahun 1975.

Meier beberapa kali diajak terbang naik pesawat antariksa dan ia diberi banyak sekali informasi serta ajaran-ajaran spiritual yang belum diketahui secara luas oleh manusia bumi.

Mereka meminta supaya keterangan-keterangan itu disebarluaskan, namun ternyata Meier kurang berani melakukannya.

Dilihat dari kacamata bangsa PLEIADES, manusia bumi merupakan bangsa yang masih sangat terbelakang.


Hidup dalam kebingungan, sering mengambil tindakan-*tindakan kekerasan yang menyebabkan kematian dan kehancuran.

Menurut mereka itu, keterbatasan pengetahun dan pengertian tentang tujuan hidup manusia yang diberikan oleh berbagai pihak klan otoritas tertentu, membuat manusia hidup dalam kegelapan, menimbulkan kekacauan pikiran, mendorong timbulnya perang dan pertumpahan darah selama ribuan tahun. 

3. TUJUAN MANUSIA PLEIADES MENGADAKAN KONTAK DENGAN MANUSIA BUMI

Berhubung manusia Pleiades mengetahui bahwa planet bumi dan penghuninya akan menghadapi suatu perubahan besar, maka kiranya menjadi tugas mereka untuk menyampaikan informasi, antara lain :

Tentang kehidupan di alam semesta raya, bahwa manusia bumi tidak hidup sendiri. Bahwa ada penghuni planet tertentu yang berniat menduduki bumi Nafsu rendah dan sifat-sifat hewani manusia merusak ekologi dan lingkungan hidup. Manusia Pleiades ingin membimbing manusia bumi meningkatkan kesadaran diri spiritual dan memberi pengetahuan teknologi demi kesejahteraan hidup hangsa manusia bumi.

Pengetahuan paling penting yang perlu mereka sampaikan untuk membantu manusia bumi adalah mengenal jati diri, mengetahui maksud dan tujuan hidup. Hendaknya setiap manusia merenung dan memikirkan hal itu, serta mencari tahu tentang kebenaran hidupnya.
Oleh karena perubahan besar akan dialami oleh manusia dengan datangnya zaman Aquarius, maka dirasa lebih mendesak untuk memberitahu manusia tentang tujuan hidup sesuai dengan kehendak SANG PENCIPTA.

Manusia Pleiades menyadari kesulitan yang akan dialami oleh penghuni bumi dalam masa transisi karena mereka sudah pernah mengalaminya. Maka mereka sangat ingin membantu, bersama-sama makhluk dan manusia dari planet lain.

Manusia bumi harus dapat menciptakan rasa persaudaraan yang kuat antara sesama hidup berdasarkan “cinta kasih”, agar dapat diterima dalam lingkungan persaudaraan antar planet, yang kelak harus ditingkatkan lagi masuk ke dalam konfederasi galaktik, universal dan interdimensional.

Manusia Pleiades sangat perhatian dan mencemaskan nasib bumi serta penghuninya karena leluhur mereka dan leluhur manusia bumi adalah sama, yaitu keturunan manusia dari planet di rasi Lyra yang pernah menghuni bumi di masa lalu. Persamaan leluhur itu mendorong mereka untuk ingin membantu manusia bumi.

Mungkin keterangan itu sulit diterima, merupakan hal yang amat fantastik, mustahil dalam pikiran kita, namun para ilmuwan telah menemukan banyak bukti*-bukti keberadaan makhluk planet lain di bumi dan sejarah interaksi mereka dengan leluhur kita di zaman purbakala.

SEMJASE dan rekan-rekannya yang memberi bimbingan selama bertahun-tahun kepada Billy Meier juga mengungkapkan misteri tentang penciptaan alam semesta, asal-usul planet bumi, sejarah bangsa manusia, termasuk peradaban-peradaban sebelum kita.

Tentang proses perkembangan spiritual manusia, keberadaan manusia di zaman baru dan prediksi mengenai kehidupan manusia di masa depan. Semua itu dilaporkan oleh seorang peneliti fenomena UFO bernama RANDOLPH WINTERS, dalam bukunya berjudul “THE PLEIADIAN MISSION”

The Pleiades constellation stars also known as M45 or the Seven Sisters (background) with flying sources on the foreground (illustration)

4. PENGALAMAN DINO KRASPEDON BERTEMU PENJELAJAH ANTARIKSA

DINO KRASPEDON adalah seorang warga kota Sao Paolo, Brazil, yang bertemu seorang kapten pesawat antariksa pada tahun 1954. Rupanya makhluk planet lain yang peradaban dan evolusi spiritualnya tinggi memiliki bentuk tubuh seperti manusia. Wajahnya tampan, tubuhnya tinggi, memilik kepribadian sangat simpatik.

Menurut manusia antariksa yang dijumpai oleh Kraspedon berambut pirang mirip bangsa Swedia, dan mengaku berasal dari salah satu satelit planet Jupiter. Menurut keterangannya, planet-planet yang ada penghuninya adalah: Merkurius, Venus, Mars, Uranus, Neptune dan Pluto. (manusia bumi tak dapat melihat mereka dengan mata kasar, karena beda dimensi).

Didampingi oleh dua orang rekannya, seorang Profesor ilmu fisika dan seorang Profesor ilmu matematika, KRASPEDON mengadakan diskusi dan tanya jawab dengan kapten pesawat antariksa itu mengenai hukum alam, hukum fisika, tentang perputaran planet-planet, pergerakan galaksi dan sebagainya. Diperoleh pula keterangan tentang bagaimana caranya pesawat antariksa atau piring terbang mampu bergerak tanpa suara, bisa berhenti mendadak lalu melesat lagi dengan kecepatan tinggi dan lain-lain.

Manusia dari satelit planet Jupiter itu menjelaskan bahwa ia dan rekan-rekannya datang ke bumi untuk tujuan penelitian, tetapi juga untuk menghimbau kepada manusia bumi untuk mencegah kehancuran dan mengajak hidup damai. Jika manusia mau berubah, SANG PENCIPTA akan melimpahkan rahmatnya.

“Tidak sulit untuk menjadi orang baik, cukup berusaha menghindari tindakan jahat dan TUHAN akan melakukan selebihnya”.

Ia juga mengatakan “Kami telah lama memperhatikan pembunuhan yang dilakukan oleh manusia bumi dan mengharapkan semoga manusia lebih memahami pekerjaan TUHAN dan bertaubat”.

“Kami menunggu terjadinya transformasi ini, tetapi rupanya sia-sia belaka. Manusia menganjurkan perdamaian, tetapi hatinya penuh kebencian dan rasa dendam. Mereka menghendaki kemajuan (progress) tetapi mengabaikan budi luhur dan menjadi makhluk yang lebih ganas dari hewan. Kalau saja manusia bumi berhenti berperang kami akan menunjukkan bagaimana cara mengendalikan energi, apa itu energi atom, matahari, magnetik, bahkan energi kosmik sekalipun. Bila manusia mau belajar untuk menjadi insan-insan yang cinta damai dan penuh kasih sayang, saudara-saudara dari tata surya akan menunjukkan bagaimana caranya mengubah bumi menjadi Taman Firdaus”.

Jika Billy Meier dan Dino Kraspedon bertemu dengan manusia antariksa secara pribadi, di masa kini dengan alasan keselamatan, kebanyakan dari mereka memilih melakukan hubungan secara tidak langsung, yaitu melalui telepati atau cara yang disebut “channeling“. Hal itu disebabkan karena pengalaman-pengalaman tidak menyenangkan di masa lalu, di mana sering terjadi konfrontasi dan saling melukai satu sama lain. Rasa takut dan curiga manusia bumi ketika bertemu makhluk angkasa luar mengakibatkan tindakan penyerangan yang berakibat fatal.


In March 1997, UFO sighting over Phoenix, Arizona
 
5. KOMUNIKASI MELALUI “CHANNELING”

“Channeling” adalah suatu proses dimana seorang manusia membiarkan dirinya menjadi perantara (channel, mediator) dari entity atau energi non-fisik dari dimensi lain yang ingin menyampaikan informasi, ajaran atau pesan-pesan. Disampaikan secara telepatis lalu manusianya meneruskan secara lisan (direct channeling) atau secara tertulis (automatic writing). Channeling ini merupakan fenomena zaman baru, kebanyakan memenuhi keinginan dari entity atau energi dari dimensi lebih tinggi yang ingin membantu manusia dalam masa transisi demi keselamatan bumi dan isinya.


Seorang wanita bangsa Amerika bernama Dr. DOROTHY ROEDER, chiropractor dan juga penyembuh spriritual dari Arizona menjadi “channel” dari 360 cosmic beings (entiti kosmik) Malaikat Agung, Ascended Masters, makhluk-makhluk dan manusia planet lain yang tergabung, dalam Komando Antariksa (Space Command).


Pesan-pesan mereka itu dirangkum dalam sebuah buku berjudul “REACH FOR US”, artinya “Gapailah (atau hubungilah) kami”. Isinya berupa himbauan dari para aulia, manusia-manusia planet lain yang telah mencapai dimensi tinggi, bahkan malaikat-malaikat, antara lain RAPHAEL, MICHAEL, SERAPIS BEY, EL, ELOHIM, MAITREYA, SANAT KUMARA, EL MORYA, DJWAL KHUL, ST. GERMAIN, KHUTUMI, dan lain-lain.


Pada intinya, pesan-pesan mereka ditujukan untuk menimbulkan kesadaran bahwa di luar dunia fisik ada dunia non-fisik (metafisik), dan kedua dunia ini tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain.


Pengetahuan dan pemahaman tentang alam non-fisik (metafisik) akan sangat membantu peningkatan kesadaran manusia dan akan dapat dipetik pelajaran bagaimana menciptakan kehidupan yang lebih layak di alam dunia. Kini mereka turun ke bumi untuk membantu manusia mengembangkan pengertian tentang jati diri dan mengenal kemampuan spiritualnya. Dengan begitu manusia akan lebih memahami rencana agung SANG PENCIPTA. Kuncinya adalah mengenal kemampuan terpendam dan kesadaran kreatif yang dimiliki oleh setiap manusia agar dapat membebaskan diri dari keterbatasan kehidupan dunia fisik (dimensi 3).


JOSHUA DAVID STONE, seorang konsultan psikologi transpersonal bangsa Amerika yang menyandang gelar Ph.D., telah membuat risalah dari informasi-*informasi yang diterima melalui berbagai channel, antara lain dan makhluk-makhluk dan manusia-manusia dari PLEIADES, SIRIUS, ORION, UMMO, IARGA, VENUS, ARCTURUS, LYRA, ALPHA CENTAURI, ANTARES, dan sejumlah planet-planet lain yang jarang kita dengar namanya. Rangkuman risalah David Stone dapat dibaca dalam bukunya berjudul “HIDDEN MYSTERIES” (Misteri Tersembunyi).


Dinyatakan bahwa tata surya kita akan pindah (bergeser) ke sektor lain di alam semesta yang frekuensi getarannya lebih tinggi dan berdampak peningkatan dalam segala bidang. Sayang bumi merupakan satu dari dua planet yang belum sinkron atau belum harmonis dengan planet-planet lain dalam tata surya kita ini.


Karena itu, dibutuhkan teknologi canggih untuk mengamankan bumi di saat terjadi transisi. Saudara-saudara antariksa kita dari planet-planet lain siap membantu. Namun tugas mereka diperkirakan sangat berat karena sebagian besar penduduk bumi tidak mengetahui dan tidak menyadari apa yang menghadangnya.


Real UFO, Photograph ©copyrights by Billy Eduard Albert Meier (BEAM) a.k.a. Billy Meier

6. INFORMASI YANG DITERIMA OLEH KELOMPOK RAMALA (DI INGGRIS)


Di Glastonburry, Somerset, Inggris, terdapat suatu kelompok orang-orang yang selama lebih dari 20 tahun menerima ajaran-ajaran dan informasi dari penuntun spiritual (spiritual guides) melalui sepasang suami isteri sebagai channelnya. Kelompok ini membentuk suatu ajang pertemuan yang disebut RAMALA CENTRE.


Kelompok ini juga menerima keterangan mengenai “the space people” atau manusia-manusia antariksa.


Dinyatakan bahwa:


“Saudara-saudara dari angkasa luar datang untuk menyelamatkan bumi. Mereka telah berkali-kali melenyapkan getaran-getaran yang menghambat evolusi anda. Mereka memancarkan sinar-sinar khusus dari planet-planet mereka untuk memperbaiki keadaan atmosfer dan strata-strata yang rusak di sekitar bumi”.


Ketika manusia pertama kali meledakkan bom atomnya, ia telah melepaskan energi yang terlalu kuat dan merusak keseimbangan sistim tatanan planet- planet. Ketika itu manusia dari planet MARS langsung menyiapkan suatu alat untuk menetralisir energi yang mengganggu itu.


Kemudian ketika manusia bumi meledakkan lagi senjata nuklir yang lebih dahsyat dan lebih berbahaya, radiasi dari ledakan-ledakan itu mulai mempengaruhi eksistensi planet-planet lain dan mengancam kelestarian seluruh tata surya kita. Penghuni planet VENUS dengan cepat bertindak mengirim pesawat-pesawat antariksa, memulihkan keseimbangan alam yang rusak itu. Piring-piring terbang yang terlihat di sekitar bumi dikirim untuk tujuan itu. Dan kini, ketika bumi menghadapi keadaan gawat menjelang perubahan besar, mereka datang lagi untuk membantu.


Seorang paranormal dan penulis terkenal di inggeris bernama PEGGY MASON pernah mencari konfirmasi tentang keberadaan dan misi manusia-manusia antariksa itu kepada orang suci SATYA SAI BABA di India, dan ia mendapat jawaban “Ya, semua itu benar…. dan mereka mengemban banyak tugas!”.


Flying sources above the sea level (illustration)
 
7. MENGENAL JATI DIRI DAN MENINGKATKAN KESADARAN AMAT PENTING AGAR DAPAT MELEWATI MASA TRANSISI DENGAN AMAN DAN SELAMAT

Apakah dengan akan terjadinya trasnsisi itu manusia bumi akan mengalami kiamat?


Ayat-ayat di dalam AL QURAN menyatakan bahwa umat Islam harus meyakini datangnya hari kiamat. Terdapat banyak nubuat, ramalan dan visi paranormal yang menggambarkan kehancuran bumi.


Kaum ilmuwan memprediksi akan terjadi goncangan-goncangan alam setelah memasuki milenium baru, seperti kemungkinan pergeseran poros bumi, mencairnya gunung es di kutub-kutub, gempa bumi dahsyat yang akan menyebabkan perubahan peta bumi dan sebagainya. Kalender Maya dan petunjuk-*petunjuk di dalam piramida di Mesir memberi isyarat bahwa tahun 2012 merupakan awal dari tatanan baru menuju zaman keemasan. (Baca makalah penulis “Selayang Pandang Milenium Baru, THE NEW AGE”) .


Kalau kita menyimak ramalan dan prediksi-prediksi kuno, memang terlintas gambaran tentang masa depan manusia bumi yang suram dan mencemaskan. Namun jika memperhatikan informasi dan pesan-pesan masa kini yang disampaikan melalui “channeling”, terdapat harapan bahwa masa depan kita tidaklah seburuk yang digambarkan, asal saja manusia ikut berusaha. Tidak lagi mengabaikan keberadaan makhluk/manusia planet lain yang datang ke bumi dan ingin membantu. Dan kiranya tidak ada salahnya kita memperhatikan pesan-pesan yang bijaksana, demi kepentingan kita sendiri.


Seorang pengusaha bangsa America bernama LEE CAROLL yang menjadi channel dari entiti bernama KRYON, sudah 3 kali diundang ke PBB di New York, untuk mengadakan “live channeling’”(penyampaian pesan langsung), KRYON menyatakan bahwa semua negara di dunia seharusnya melakukan kerjasama mengumpulkan semua data dan informasi dari “space brothers” (saudara-saudara antariksa) kita, lalu memberi penjelasan kepada warga negaranya masing-masing mengenai kegiatan makhluk/manusia planet lain itu serta meneruskan pesan-*pesannya. Menurut KRYON, untuk waktu ini perdamaian tidak lagi merupakan suatu opsi (option), melainkan menjadi suatu keharusan jika bangsa manusia menginginkan peningkatan dan maju ke depan.


Planet bumi senantiasa mengalami proses evolusi, demikian pula penghuninya. Perubahan dan gejolak alam diperlukan untuk membawa kita pada suatu pembaharuan. Manusia yang masih rendah kesadaran spiritualnya tidak akan dapat menyelamatkan diri, sedangkan yang tersisa akan mendapat tugas untuk mengatur dan menciptakan kehidupan zaman baru. Di saat itu pula makhluk manusia antariksa yang peradaban dan teknologinya lebih tinggi akan datang guna membimbing, mengajar manusia bumi menciptakan kehidupan yang lebih bahagia dan sejahtera.


Sementara itu, apakah yang harus kita lakukan secara pribadi-pribadi? Yang pasti, manusia harus melakukan koreksi diri, mengubah perilaku dan gaya hiclup, menghentikan tindakan-tindakan yang membawa kematian, kehancuran dan kesengsaraan, sebanyak mungkin menebar asih kepada sesama, kepada siapa saja yang kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, menghilangkan rasa iri cemburu, marah, dendam, mau menang sendiri dan sebagainya.


Setiap orang yang hidup dengan kesadaran baru akan memancarkan getaran positif yang mempengaruhi lingkungannya, ia juga akan membawa perubahan pada orang-orang di sekelilingnya. Energi pembaharuan akan bekerja melalui diri manusia-manusia baru itu.


Jika beberapa tahun yang lalu, KOMANDO ASHTAR sudah bersiap-siap untuk mengevakuasi sejumlah penghuni bumi dengan tujuan penyelamatan, lalu kelak akan dikembalikan lagi ke bumi setelah keadaan bumi cukup nyaman untuk dihuni lagi, komunikasi akhir memberitakan bahwa evakuasi tidak diperlukan lagi karena sudah banyak manusia bumi yang meningkat kesadaran spiritualnya, dan dengan bantuan makhluk/manusia dari planet-planet lain, bumi telah bisa dibuat lebih stabil dan kegoncangan alam bisa dikurangi, sehingga lebih banyak manusia akan bisa selamat.


Di dalam AL QURAN terdapat firman yang berhunyi : “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka mengubah keadaan mereka sendiri..” (Surat 13, ayat 11).


Jadi, nasib manusia terletak di tangan manusia itu sendiri. Dengan cara mengubah diri dan hidup sesuai kehendak. YANG MAHA PENCIPTA manusia akan dapat menciptakan kehidupan yang baik di masa depan.


Orang-orang yang mengenal jati dirinya akan menyadari bahwa di dalam dirinya terdapat potensi untuk mengatur realitas hidupnya sendiri. Ia pun akan lebih mudah melakukan hubungan langsung dengan SANG PENCIPTA, sehingga akan selalu digerakkan untuk berada di tempat yang tepat di saat yang tepat, demi keselamatan dirinya. Karena itu hendaknya kita semua berusaha meningkatkan kesadaran spititual kita, mengenal jati diri kita, agar berhasil melampani masa transisi dengan selamat dan selanjutnya dapat menikmati kehidupan yang bahagia dan sejahtera di zaman baru.


(Tulisan ini pertama kali disajikan dalam sarasehan METAFISIKA STUDY CLUB, tahun 1998 * Direvisi dan disempurnakan , Desember 2008)


DAFTAR PUSTAKA

1. THE LIGHT OF EMMANUEL – Ananda
2. THE PLEIADIAN MISSION – Randoplh Winters
3. MY CONTACT WITH UFO’S – Dino Kraspedon
4. HIDDEN MYSTERIES – Joshua David Stone. Ph.D.
S. THE VISION OF RAMALA – The Ramala Source
6. PEOPLE OF EARTH – Ashtar
7. REACH FOR US – Dr. Dorothy Roeder
8. KRYON : PARTNERING WITH GOD – Lee Carroll
9. GODS FROM OUTER SPACE – Erich Von Daniken
10. THE 12th PLANET – Zecharia Sitchin

* * *

Tentang Penulis



Sita Sudjono adalah seorang pengamat pengetahuan tentang parapsikologi dan metafisika. Lahir di Tokyo, Jepang, tahun 1935, puteri mantan Duta Besar RI. Mr. R. Sudjono (alm), yang pernah bertugas di negara-negara Jepang, Brazil dan Swedia.

Sebagai puteri seorang diplomat, Sita memperoleh peluang untuk menghayati pergaulan luas dan kesempatan mengkoleksi berbagai buku dari manca negara. Sejak masa remaja sudah tertarik membaca buku-buku tentang agama-agama, ajaran spiritual kuno, mistik, metafisika dan sebagainya.


Ayahnya, seorang pengagum dari Sri Ramakrishna, Parahansa. Yagananda dan Sathya Sai Baba, serta ibunya Retnowati, dulu anggota perkumpulan spiritual “The Rosicrucian Order”, mendorong Sita untuk menekuni “self-study” dalam bidang parapsikologi dan metafisika.


Selama 11 tahun (1985-1996), Sita menjadi anggota staf pengajar di Sekolah Pengembangan Pribadi “JOHN ROBERT POWERS”, Jakarta, untuk mata pelajaran wiraga (visual poise) dan rata krama pergaulan (etiquette).


Di samping itu, sejak tahun 1968 hingga kini, Sita adalah pelatih dan sekretaris dari YAYASAN ORHIBA PUSAT, Jakarta, suatu organisasi non-komersial yang menyebarluaskan Olah Raga Hidup Baru (ORHIBA), yang membawa manusia pada keadaan sehat jasmani, rohani dan mental. Sita Sudjono adalah salah satu pendiri YAYASAN METAFISIKA SEMESTA. Indonesia (1999), selain itu menjadi pengurus dan penceramah di METAFIS1KA STUDY CLUB, Jakarta (sejak 1998).


(Nur Agustinus, BETA-UFO Indonesia • IndoCropCircles.wordpress.com)  
 

Wednesday, June 25, 2014

PMPI Yakin Jokowi-JK Jadikan Mutu Pendidikan Madrasah Lebih Baik


Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perhimpunan Masyarakat Pendidikan Indonesia (PMPI) mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Jokowi-JK untuk Presiden dan Wakil Presiden 2014 mendatang.

Lembaga yang bernaung di bawah Yayasan Pendidikan Indonesia Wira Tata Buana itu menilai pasangan capres dan cawapres nomor urut dua ini bakal memberi perhatian penuh kemajuan Information and Communication Technology di pesantren dan madrasah.

"PMPI mendukung Ir H Joko Widodo, Dr HM Jusuf Kalla sebagai capres-cawapres 2014-2019 atas upayanya mendukung pendidikan berbasis ICT di pesantren dan madrasah pada abad 21," kata Ketua PMPI Zulvira Ravi Rachman di Jakarta, Rabu (25/6/2014).

Pihaknya yakin, dalam kepemimpinan pasangan tersebut akan membawa mutu dan kualitas pendidikan di madrasah dan pesantren menjadi lebih baik. Tak hanya sekadar mendukung, PMPI juga menawarkan konsep pengembangan pendidikan berbasis teknologi.

"Tidak ada aspek kehidupan yang lepas dari Information and Communications technology (ICT). Dan ternyata gagasan kita direspon bagus oleh pasangan Jokowi-JK. Dan dalam visi misi untuk membangun bangsa harus ada kesiapan SDM yang memiliki keahlian ICT," ujarnya.

Jelang pilpres, madrasah dan pesantren menjadi objek kedua pasangan capres dan cawapres untuk meraih dukungan. Untuk itu, penting bagi kedua pasang capres-cawapres memaparkan visi misi terkait komitmen mengembangkan Madrasah dan pesantren.

Pihaknya pernah mengundangan kedua kubu pasangan untuk menyampaikan visi misi tentang upaya pengembangan pendidikan madrasah pesantren untuk menjawab tantangan masa depan. Namun, sambung dia, kubu Prabowo-Hatta tidak memberikan respon akan undangan tersebut.

Atas dasar itu, pihaknya mengambil kesimpulan bahwa Prabowo-Hatta tidak memiliki komitmen untuk mengembangkan pendidikan di Madrasah dan Pesantren. Kedua lembaga pendidikan ini tidak ingin diacuhkan begitu saja setelah pesta demokrasi selesai.

"Makanya kita ingin mendengar kedua kubu memaparkan visi misi, tidak lebih untuk mengetahui sejauh mana perhatian mereka dalam pengembangkan pendidikan di madrasah dan pesantren. Sehingga tidak lagi menjadi institusi pendidikan nomor dua," jelasnya.