Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Membangun Karakter Bangsa

Syaykh AS Panji Gumilang: Marilah kita bercermin, cermin yang digunakan adalah cita-cita kemerdekaan IndonesiaMembangun karakter bangsa adalah membangun pandangan hidup, tujuan hidup, falsafah hidup, rahasia hidup serta pegangan hidup suatu bangsa. Sebagai bangsa, bangsa Indonesia telah memiliki pegangan hidup yang jelas.
Dimulai sejak dikumandangkannya Proclamation of Indepen dence Indonesia dan dicetuskannya Declaration of Independence daripada Indonesia, sebagai cetusan kemerdekaan dan dasar kemerdekaan, sekaligus menghidupkan kepribadian bangsa Indonesia dalam arti kata yang seluas-luasnya, meliputi kepribadian politik, kepribadian ekonomi, kepribadian sosial, kepribadian kebudayaan atau kepribadian nasional.
Syaykh al-Zaytun AS Panji Gumilang mengemukakan hal itu dalam Khutbah Idul Kurban 1431 H/2010 M di Kampus Al-Zaytun, pada tarikh 10 Dzu al-Hijjah 1431 H / 17 November 2010 M, bertajuk: Membangun Karakter Bangsa. Berikut isi lengkap khutbah tersebut.
***
Hari ini, Rabu 17 November 2010 kita merayakan “Idul Qurban 1431 H. Alangkah baiknya jika kita sekarang ini lebih banyak melihat ke dalam hati nurani masing-masing, menyatakan introspeksi, bertanya kepada diri masing-masing: untuk apa sebenarnya kita dilahirkan ke dunia ini?
Kita dilahirkan bukan untuk yang lain-lain, kita dilahirkan dan dihidupkan di dunia ini, untuk mengabdi kepada Pencipta kita, mengabdi kepada Pembuat sesama hidup, yaitu Tuhan Robbul’alamin.
Kemudian dapatkah kita mengabdi kepada Tuhan Robbul’alamin kalau kita tidak memiliki moral hidup terhadap sesama, sesama mahluk, sesama renik-penik yang hidup di semesta alam ini?
Pengabdian kepada Tuhan Robbul’alamin mengandung makna: Rukun damai sesama manusia dan sesama bangsa, karena pengabdian kepada Tuhan Robbul’alamin kita mengajak semua manusia hidup rukun damai, saling kerjasama, membantu satu sama lainnya, saling mengangkat derajat hidup masing-masing, baik lahir maupun batin, jasmani maupun ruhani.
Dalam kaitannya dengan bangsa, kita harus memiliki kemauan hidup sebagai bangsa yang kuat sehingga eksistensi kehidupan bangsa ini terus berkelanjutan. Namun berkelanjutan hidup saja pun belumlah cukup. Hidup bangsa barulah dinamakan hidup sejati jika hidupnya memiliki arah dan mempunyai isi. Hidup bangsa barulah sejati jika hidupnya tidak kosong namun memiliki tujuan yang jelas, sehingga menjadi bangsa yang berwatak.
Untuk itu diperlukan suatu pembinaan watak bangsa, yakni character building, yaitu membina watak membina rokh membina semangat, yang kaitannya adalah membangun batin manusia, yang memengaruhi segenap pikir dan tingkah laku, budipekerti maupun tabiat.
Membangun character menjadi sangat diperlukan dalam memaknai kehidupan merdeka yang telah dicapai oleh bangsa kita atas karunia Allah. Pendahulu kita telah menghantarkan Hidup Merdeka dari kehidupan kolonialis dan imperialis penjajah, karena mereka memiliki kegigihan. Gigih telah menjadi watak mereka, sehingga mampu menghantar dan mewujudkan Kemerdekaan kepada bangsanya, mereka itulah para pahlawan.
Para pahlawan telah membangun gegap gempita kertaning bumi Indonesia (kegigihan). Diwujudkan dalam bentuk Proclamation of Independence dan Declaration of Independence sekaligus!
Mengapa mereka bisa? Karena jasad mereka memiliki batin yang penuh semangat, memiliki roh yang gilang gemilang dan watak yang gigih.
Membangun character bangsa adalah membangun pandangan hidup, tujuan hidup, falsafah hidup, rahasia hidup serta pegangan hidup suatu bangsa. Sebagai bangsa, bangsa Indonesia telah memiliki pegangan hidup yang jelas. Dimulai sejak dikumandangkannya Proclamation of Independence Indonesia dan dicetuskannya Declaration of Independence daripada Indonesia, sebagai cetusan kemerdekaan dan dasar kemerdekaan, sekaligus menghidupkan kepribadian bangsa Indonesia dalam arti kata yang seluas-luasnya, meliputi kepribadian politik, kepribadian ekonomi, kepribadian sosial, kepribadian kebudayaan atau kepribadian nasional.
Bandingkan dengan Amerika
Untuk mendalami nilai-nilai yang terkandung di dalam Declaration of Independence Indonesia, ada baiknya kita membanding dengan Declaration of Independence Amerika, yang dicetuskan oleh Thomas Jefferson, dan Manifesto Komunis yang dicetuskan oleh Karl Marx dan Frederich Engles, yang semuanya itu adalah sangat progresif pada zamannya masing-masing. Declaration of Independence Amerika menuntut: Hak hidup, hak kebebasan, dan hak mengejar kebahagiaan bagi semua manusia. Dan Manifesto Komunis mengatakan bahwa: Jikalau kaum proletar di seluruh dunia bersatu padu dan menghancurkan kapitalisme, mereka tak akan kehilangan barang lain daripada rantai belenggunya sendiri, dan sebaliknya akan memperoleh sutu dunia yang baru.
Ribuan ummat mengikuti perayaan Idhul Adha 1431 H/2010 M di Kampus Al-ZaytunKita bangsa Indonesia melihat bahwa Declaration of Independence Amerika itu tidak mengandung keadilan sosial atau sosialisme, dan kita melihat bahwa Manifesto Komunis itu masih harus dipertinggi jiwanya dengan Ketuhanan YME.
Oleh itu, kita hormat kepada para pahlawan bangsa yang telah meletakan nilai-nilai kemerdekaan dan nilai-nilai Declaration of Independence Indonesia, sehingga dengannya mampu mengikat Bangsa Indonesia kepada beberapa prinsip sendiri, dan memberitahu kepada seluruh dunia apa prinsip-prinsip kita itu.
Prinsip-prinsip itu dihimpun oleh pernyataan kemerdekaan dan ketegasan jawab, untuk apa merdeka! Untuk apa kemerdekaan itu? Jawabannya tegas! Kemerdekaan untuk Bersatu. Kemerdekaan untuk Berdaulat. Kemerdekaan untuk Adil dan Makmur. Kemerdekaan untuk Memajukan Kesejahteraan Umum. Kemerdekaan untuk Mercerdaskan Kehidupan Bangsa.
Kemerdekaan untuk Ketertiban Dunia. Kemerdekaan untuk Perdamaian Abadi. Kemerdekaan untuk Keadilan Sosial. Kemerdekaan yang Berkedaulatan Rakyat. Kemerdekaan yang didasari oleh Iman kepada Tuhan YME. Kemerdekaan yang Berkemanusiaan yang Adil dan Beradab. Kemerdekaan yang berdasar kepada Persatuan Indonesia. Kemerdekaan yang berdasar Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan. Kemerdekaan yang mewujudkan suatu Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Semua itu tercantum di dalam Mukaddimah Undang-undang Dasar Negara Indonesia (Declaration of Independence of Indonesia).
Prinsip-prinsip tersebut telah jelas! Semua itu harus menjadi kepribadian Bangsa Indonesia, menjadi sifat hakiki yang tercermin pada sikap seseorang Indonesia, atau bangsa Indonesia, yang dapat membedakannya dari orang atau bangsa lain. Yakni watak yang menonjol yang ada pada banyak warga suatu kesatuan bangsa Indonesia, yakni kepribadian Nasional Indonesia.
Prinsip-prinsip tersebut, merupakan Amanat Kemerdekaan Indonesia, Amanat Rakyat Indonesia, Amanat Bangsa Indonesia, yakni mereka yang telah tiada, mereka yang hari ini ada dan mereka yang akan ada di kemudian hari, yang sering disebut oleh Bangsa Indonesia sebagai “Amanat Penderitaan Rakyat”.
Di saat bangsa Indonesia dalam suasana memperingati Hari Pahlawan 10 November, dan merayakan ‘Idul Adha ini marilah kita sebagai bangsa, bercermin, dan kaca cermin yang kita gunakan adalah cita-cita kemerdekaan Indonesia, yakni: Merdeka untuk Bersatu, Berdaulat, Adil Makmur, Memajukan Kesejahteraan Umum, Mencerdaskan Kehidupan Bangsa, Ketertiban Dunia, Perdamaian Abadi, Keadilan Sosial, Berkedaulatan Rakyat, Iman kepada Tuhan YME. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawatan/Perwakilan, mewujudkan Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia.
Kepribadian Indonesia
Dari cermin tersebut kita dapat bertanya sudah seperti yang dikehendaki oleh amanat kemerdekaankah Kepribadian Nasional Bangsa Indonesia?
Kepribadian Nasional yang meliputi kepribadian politik kepribadian sosial kepribadian kebudayaan, semu, semestinya berkiblat kepada cita-cita utama atau amanat kemerdekaan dan deklarasi kemerdekaan Indonesia yang jelas tersebut.
Oleh karenanya, menciptakan dan mewujudkan kesadaran terhadap jiwa kemerdekaan dan deklarasi kemerdekaan itu, harus terus diusahakan, dalam bentuk program nasional, dituangkan dalam bentuk pendidikan yang jelas, yang dapat dijiwai oleh segala lapisan rakyat Indonesia. Diberikan sejak usia dini, di bangku sekolah, di kancah organisasi massa, di arena partai politik di segala kesempatan pelaksanaan kaderisasi, sehingga dapat dijiwai oleh segenap warga negara.
Membangun character bangsa rujukannya pun jelas yakni merujuk kepada jiwa proklamasi dan deklarasi kemerdekaan. Kita sebagai bangsa harus yakin dan meyakini bahwa jiwa tersebut tetap relevan dengan perubahan zaman yang sekarang terjadi. Cita-cita kemerdekaan bangsa Indonesia sangat universal, manusiawi adanya, sehingga tidak akan terhambat oleh kemajuan zaman apa pun bentuknya. Adapun bila di saat-saat ini, terjadi kesunyisenyapan bangsa Indonesia terhadap cita-cita kemerdekaan dan deklarasi kemerdekaannya, itulah suatu kelengahan yang harus segera disadarkan kembali, digugah kembali, diyakinkan kembali, tidak ada kata terlambat dalam membangun suasana sadar.
Adapun bentuk perubahan dunia, seluruh umat manusia di dunia ini tetap mendambakan perikemanusiaan, perdamaian, persahatan antarbangsa bebas dari penindasan antarsesama maupun antarnegara, dan hal itu merupakan kandungan cita-cita kemerdekaan dan deklarasi kemerdekaan Indonesia.BI (Berita Indonesia 81)

Posting Komentar

0 Komentar