Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Dari Khawarij Ke Wahabi Dan Teror

Beberapa waktu berselang kita mendengar berita tentang penculikan dan pembunuhan terhadap orang-orang Korsel yang dilakukan oleh Taliban. Tidak seorang pun yang meragukan bahwa kelompok Taliban memiliki hubungan yang tak terpisahkan dangan Al-Qaeda. Dan kita semua tahu bahwa Al-Qaeda yang pada awalnya dipimpin oleh Osama bin Laden, yang notabene adalah saudagar kaya kerabat pangeran dan raja Saudi Arabia.
Jadi tidak ada sedikit pun keraguan bahwa pemikiran kelompok Taliban adalah Wahabi, yang menjadi mazhab resmi Kerajaan Saudi Arabia.
Pembunuhan yang dilakukan oleh Taliban ini sangat mengejutkan sebagian orang, terutama kaum Muslim sendiri. Banyak orang Muslim yang tidak percaya bahwa orang-orang Taliban yang mengaku Muslim ini berlaku brutal dan keji.
Tentu saja tindakan mereka membuat senang orang-orang yang membenci Islam, seperti AS dan Zionis Israel. Kejadian ini menjadi pembenaran bagi mereka, bahwa Islam memang tyidak bisa dipisahkan dengan kekerasan.
Namun jika kita bersedia menyediakan sedikit waktu untuk menilik pemikiran Islam yang seperti apa yang dianut oleh kaum Taliban, pastilah kita akan memahami mengapa hal-hal seperti itu bisa terjadi.
SIAPA SEBENARNYA KAUM KHAWARIJ INI?Darimana mulai munculnya pemikiran Khawarijisme ini?
Pada tulisan pertema saya, sudah saya informasikan beberapa data tentang awal munculnya pemikiran Wahabi. Pada bagian kedua ini, saya hanya akan memperkuat dan melengkapi data-data sebelumnya. Berikut ini data-data yang bisa saya informasikan ke Anda.
Di dalam Kitab Syarah Shahih Muslim yang ditulis oleh Nawawi, diriwayatkan sebuah hadis oleh Abi Said al-Khudri, bahwa ia berkata : “Ali bin Abi Thalib, ketika berada di Yaman, mengirim sekantong bubuk emas kepada Rasulullah Saw. Rasulullah Saw membagikannya kepada 4 kelompok orang : kelompok al-Aqra ibn Hābis, kelompok Uyainah ibn Badr al-Fazari, kelompok ‘Alqamah ibn ‘Alatsah al-‘Amiri dan salah satu dari kelompok Bani Kilab. Kemudian sisanya beliau berikan kepada Zaid al-Khair al-Tha’i dan salah seorang Bani Nabhan.
Melihat (pembagian) itu orang-orang Quraisy marah dan berkata kepada Rasulullah Saw : “Bagaimana mungkin Anda memberikannya kepada kelompok dari Najd dengan membiarkan kami (tanpa bagian)?”
Mendengar protes itu, Rasulullah Saw menjawab : “Aku lakukan ini untuk melembutkan (ta’lif) hati mereka.”
Tiba-tiba datang seorang laki-laki dengan jenggot tak terurus, pipi tembem, mata yang menonjol keluar, dan berkepala botak menemui Rasulullah Saw seraya berkata : “Takutlah kepada Allah, hai Muhammad!”
Rasulullah Saw pun menjawab “Siapa lagi yang akan taat kepada Allah kalau aku sendiri berbuat maksiat kepada-Nya?”
Orang itu lalu meninggalkan Nabi Saw. Melihat kejadian ini seorang laki-laki (sebagian orang mengatakan Khalid bin Walid) meminta izin kepada Nabi Saw untuk membunuhnya. Namun Rasulullah Saw berkata : “Dari keturunan orang ini akan muncul satu kaum yang membaca Al-Quran, tetapi bacaan mereka tidak sampai tenggorokkan mereka. Mereka membunuh orang-orang Islam dan membiarkan penyembah berhala. Mereka terlepas dari Islam sebagaimana lepasnya anak panah dari busurnya. Seandainya kelak aku bertemu mereka, niscaya aku akan membunuh mereka sebagaimana dibunuhnya kaum ‘Ad…” 1]
Dengan sedikit keraguan, Khālid ibn al-Walīd bertanya kepada Rasulullah Saw, “Wahai Rasulullah, orang ini memiliki semua bekas [atsar] dari ibadah-ibadah sunnahnya: matanya merah karena banyak menangis, wajahnya memiliki dua garis di atas pipinya bekas airmata yang selalu mengalir, kakinya bengkak karena lama berdiri sepanjang malam (tahajjud) dan janggut mereka pun lebat…”
Rasulullah Saw menjawab : camkan makna ayat ini : qul in’kuntum tuhib’būnallāh fattabi’unī – “Katakanlah: “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” 2]
Khalid bin Walid bertanya, “Bagaimana caranya ya Rasulullah?” Nabi Saw menjawab, ‘Jadilah orang yang ramah seperti aku, bersikaplah penuh kasih, cintai orang-orang miskin dan papa, bersikaplah lemah-lembut, penuh perhatian dan cintai saudara-saudaramu dan jadilah pelindung bagi mereka.” 3]
Diriwayatkan bahwa 3 orang Khawarij, Abdur-Rahman ibn Muljam, al-Burak ibn Abdilaah dan Amr ibn Bakr at-Tamīmī, berkumpul di Makkah dan berikrar untuk membunuh Imam Alī (as), Muawiyyah dan Amr bin Ash. Mereka sepakat untuk melakukannya pada malam ke-19 Ramadhan. Ibn Muljam sudah lebih dulu berada di masjid ketika Imam Ali datang untuk melaksanakan shalat subuh. Ibn Muljam menunggu saat yang tepat untuk dapat membunuh orang yang dicintai Allah dan Rasul-Nya ini. Saat Imam Ali hendak beranjak dari posisi sujudnya, lelaki terkutuk itu menetekkan pedangnya ke kepala dan leher Imam. Dua hari kemudian, Imam Ali as menghembuskan nafasnya yang terakhir.
Inilah salah satu dari sekian banyak amalan buruk kaum Khawarij!
Tidak berhenti di sini, kaum Khawarij terus melanjutkan permusuhan sengitnya terhadap Ahlul Bait Nabi dan orang-orang yang tidak sepaham dengan mereka. Ketika Imam Hasan as terpaksa melakukan perdamaian dengan Muawiyah, seorang Khawarij yang bernama al-Jarrah ibn Sinān bangkit menentang keputusan Imam Hasan as. Lelaki durjana ini berkata kepada Imam Hasan as: “Anda telah melakukan syirik sama seperti yang ayah Anda lakukan!” Kemudian menikam paha Imam Hasan as dengan brutal. 4]
[Jika kita mencermati pernyataan kaum Khawarij ini, pasti kita akan teringat pola-pola dakwah kaum Wahabi yang selalu menggunakan salah satu “senjata” mereka yaitu tuduhan syirik kepada orang-orang yang tidak sepaham dengan mereka.]
Selama masa kekuasaan Bani Umayyah dan Bani Abbas, kaum Khawarij terus melanjutkan TEROR-nya, dengan membantai kaum Muslim tak bersalah. Mereka tidak memandang bulu, kaum perempuan dan anak-anak turut menjadi sasaran kebengisan mereka.
Walau pun pada akhir Dinasti Abbasiyyah mereka berhasil ditumpas, namun pengikut-pengikut mereka menyebar ke berbagai negeri. Dari sisa-sisa pengikut mereka inilah muncul sekte-sekte Khawarij seperti : Al-Ajaridah, Al-Azariqah, Al-Najadat, Al-Shafariyyah dan Al-Ibadhiyyah.
Pada tahun 1115H/1703M, lahirlah seorang laki-laki bernama Muhammad ibn `Abdul Wahhāb at-Tamīmī al-Najdi, yang menurut Shaykh Seraj Hendricks, adalah keturunan Dhul-Khuwaisarah at-Tamīmī al-Najdi, gembong kaum Khawarij. 5]
Lelaki badui ini mempengaruhi banyak orang-orang Arab badui yang tinggal disekitar Najd. Walau pun ayah dan kakak kandungnya menetang pemikirannya yang ganjil dan berbeda dengan paham Ahlus Sunnah wal Jama’ah, dia tak putus asa terus melanjutkan misi dan hasutan jahatnya untuk memberontak kepada Kekhalifahan Ottoman. Dengan bantuan kolonial Inggeris, lelaki ini akhirnya mendapatkan kedudukkan duniawi bersama Raja Saud mendirikan Kerajaan Saudi Arabia. Dan dengan mulus, Inggeris pun berhasil menjajah Timur Tengah.
(Bersambung)
Catatan Kaki :
1] Al-Nawawi, Syarah Shahih Muslim, Jil. 17, hadis no. 171. Dan Sunan Abu Dawud Jil. 4, hadis no. 44 dan 4768. Sebagaian hadis ini juga diriwayatkan Bukhari dengan lafadz yang berbeda di dalam Shahih Bukhari Jil. 4, hadis no. . 160; Jil. 9 hadis no. 15) Beberapa riwayat lainnya menyebutkan bahwa lelaki badui yang bersikap kasar kepada Rasulullah saw ini bernama : Dzul-Khuwaisarah at-Tamīmī, badui sok pintar ini adalah orang Khawarij pertama yang hidup pada masa Rasulullah Saw.
Jika kita cermati hadis ini, insya Allah kita akan menemukan beberapa hal penting yang berkaitan dengan karakteristik Khawarijisme. Antara lain bisa kita sebutkan :
1. Orang Khawarij cenderung sok pintar, suka sembarang protes tanpa argumen atau hujjah yang kuat (qath’iy)
2. Mereka gemar membaca al-Quran tetapi hanya sebatas membaca tanpa memahami maksud dan isi Al-Quran itu sendiri. Hal ini bisa dipahami karena mereka memahami Al-Quran sebatas teks yang tersurat saja (zhahiri). Mereka menolak pemahaman Al-Quran yang tersirat (batini). Sebenarnya hal ini bisa dipahami jika dilihat dari latar belakang kaum Khawarij yang hampir semuanya adalah kaum Arab Badui (nomaden) dan sudah banyak diketahui orang bahwa orang-orang Arab Badui ini adalah orang-orang yang cenderung berpikir sederhana, tidak cerdas, malas berkutat dengan pemikiran-pemikiran mendalam (filsafat, misalnya), dan sikap serta karakter mereka yang selalu kasar. Banyak hadis-hadis Nabi Saw yang mencatat perilaku mereka yang seperti itu. Dan saat ini pun bisa kita lihat dari kebanyakan orang-orang Saudi yang notabene adalah kaum Arab Badui juga memiliki karakter yang sama seperti itu.
3. Mereka bersikap eksklusif dan tidak toleran terhadap pemikiran orang lain yang berbeda dengan pemikiran mereka.
4. Mereka biasa melakukan kebohongan dan penipuan di dalam menggunakan ayat-ayat Quran dan hadis. Insya Allah dalam waktu dekat saya akan buktikan kebohongan dan tipuan-tipuan murahan mereka kepada Anda!
5. Karakter-karakter lainnya sudah saya sebutkan pada tulisan yang sama pada artikel bagian pertama.
2] QS Ali Imaran [3] ayat 31
3] Jika Anda perhatikan sifat-sifat ini, niscaya Anda akan semakin memahami bahwa sifat-sifat ini tidak ada pada kaum Khawarij dan Wahabi. Kaum Khawarij dan Wahabi justru memiliki sifat dan karakter yang bertentangan dengan apa yang disebut Nabi Saw kepada Khalid bin Walid di atas. Umumnya mereka tidak ramah, penuh kebencian, tidak peduli kepada orang-orang miskin. Jika peduli pun mereka punya kepentingan tertentu untuk mencapai tujuan mereka. Sikap mereka kasar. (Lihat saja sikap askar-askar di Makkah dan Madinah!), tidak punya perhatian dan kecintaan kepada kaum Muslim lainnya.
4] Shaykh Seraj Hendricks, The Kharijites and Their Iimpact on Contemporary Islam.
5] Baca artikel saya “Dari Khawarij Sampai ke Terorisme”

Posting Komentar

0 Komentar