Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Warga Bersyukur Atas Uluran Tangan Al-Zaytun

Pelaksanaan Shalat Idul Adha 1427H di Masjid Al-Hayat, Kampus al-Zaytun (31/12), berlangsung hikmad. Hujan rintik-rintik yang turun menjelang shalat sekitar pukul 06.30 tak menyurutkan semangat para santri, eksponen, wali santri dan para jamaah lainnya untuk berbondong-bondong memenuhi mesjid tersebut. Bertindak selaku imam sekaligus khotib adalah Syaykh Al-Zaytun AS Panji Gumilang.

Usai shalat Idul Adha Syaykh AS Panji Gumilang, menyerahkan secara simbolis hewan qurban kepada panitia qurban. Pemotongan yang dilakukan di lantai dasar Masjid Rahmatan Lil’Alamin dimulai pukul 07.00 WIB, dan selesai pada pukul 11.00 WIB, dilanjutkan dengan pembagian yang dilakukan oleh para guru dan santri langsung ke tangan mustahiq yang berhak menerimannya. Tahun ini para eksponen dan civitas Al-Zaytun berhasil mengumpulkan hewan qurban dari keluarga besar AL-Zaytun sebanyak enam ekor sapi dan 200 ekor domba. Hewan qurban dibagikan kepada 2.668 mustahiq. Jumlah itu bertambah 27 mustahiq dibanding tahun sebelumnya. Hewan qurban itu langsung disalurkan kepada para mustahiq yang tersebar di beberapa kampung yang ada di sekitar komplek Al-Zaytun oleh para guru dan santri. Selain menerima daging, para mustahiq juga mendapatkan beras masing-masing tiga kilogram.

Dalam tausiyah pelepasan santri yang bertugas membagikan daging qurban, Syaykh mengatakan, agar mereka menyampaikan daging qurban kepada para mustahiq dengan sebaik mungkin. “Sampaikan salam kami semua untuk para mustahiq dan kami di sini berdoa semoga rakyat, masyarakat dalam menghadapi paceklik panjang ini dapat bersabar,“ pesan Syaykh. Tak lupa juga Syaykh berpesan agar para petugas dan santri yang bertugas bersabar dalam menjalankan tugasnya dan para mustahiq juga bisa menerimanya sebagai bagian dari sedekah agar bisa diterima dengan senang hati tanpa menjadikan pemberian tersebut sebagai beban.

Disambut Gembira

Sohiri, warga Desa Mekarjaya kepada Berita Indonesia mengatakan, pembagian itu disambut gembira para mustahiq. Hal itu dtambah lagi dengan kondisi masyarakat sekitar yang saat ini boleh dibilang masih dalam keadaan paceklik. Menurut Sohiri, warga sekitar khususnya Desa Mekarjaya, selama ini memang tetap mendapatkan pembagian dari Al-Zaytun terutama di dua hari lebaran yaitu Idul Fitri dan Idul Adha.

Pembagian qurban itu dilakukan dengan sangat baik dan tertib. “Sejak lima hari sebelum qurban kami sudah diberi kupon oleh panitia dari rumah ke rumah, meskipun diprioritaskan bagi warga yang kurang mampu,“ katanya.

Tarmidi (40), wakil ketua RT2 RW8 Desa Janggot, menyambut baik apa yang telah dilakukan oleh Al-Zaytun. Semua anak yatim-piatu, jompo dan orang miskin di desanya mendapat pembagian daging dan beras qurban tersebut. Dia berharap, dari tahun ke tahun keluarga besar Al-Zaytun bisa memberikan lebih banya lagi agar semua orang di setiap kampung, mendapatkan qurban. (Sumber Majalah Berita Indonesia – 29/2007)
Berita Selengkapnya !

Monday, January 01, 2007

Selamat Tahun Baru 2007 Masehi

Tahun berganti tahun. Detik demi detik, menit ke menit, jam ke hari, bulan berlalu, berganti tahun. Baru kemanin anak-anak, kini beranjak dewasa. Tak disadari saat fisik masih kuat, kini renta. Sayangnya, penyesalan memaknai hidup tidak selalu datang sejak awal, kesadaran kerap datang terlambat.

Karenanya, tidak sepantasnya menyambut tahun baru dan tahun kelahiran dengan pesta pora. Semakin bertambah umur, kian berkurang jatah hidup di dunia. Kita harus merenung, Introspeksi, dan berbenah dari kesalahan. Islam mengajarkan hidup hari ini lebih baik dari kemarin, menyongsong hari esok lebih baik dari hari ini. Itulah hakekat hidup.

Bukan saja kesuksesan materi dunia, namun ingat juga bekal untuk kelak di akherat. Allah SWT berfirman, “Wahai orang-orang beriman, bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan,” (QS Al-Hasyr[59]:18).

Maut dan ajal seseorang adalah ghaib. Kita selalu merasa mendapatkan giliran yang terakhir. Padahal, tak ada yang bisa menjamin usia hidup kita lebih panjang dari pada kakak atau orang tua kita. Berubahlah sebelum terlambat, sebelum penyesalan akhir datang di mana pintu tobat telah tertutup.

Dan (alangkah ngeri), sekiranya kamu melihat orang-orang berdosa menundukkan kepalanya di hadapan Tuhan, mereka berkata, “Ya Tuhan, kami telah melihat dan mendengar (siksaan), kembalikanlah kami (ke dunia), niscaya mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami orang-orang yang yakin,(QS As-Saidah[32]:12).

Ibnu Umar menasihati, pergunakanlah waktu sehat sebelum sakit datang dan pergunakan kesempatan hidup sebelum ajal menjemput. Marilah kita isi kesempatan hidup cukup pada hari ini saja. Tinggalkan hari kemarin yang usang, dan tutup rapat hari esok yang samar. Pesan ini menyuratkan, untuk mejadi lebih baik tak perlu ditunda hingga usia senja. Mulailah detik ini juga !

Marilah kita awali detik tahun baru ini dengan doa yang diajarkan Rasulullah SAW setiap kali menyambut tahun baru. “Ya Allah, semoga Engkau mendatangkan bulan ini kepad kami dengan membawa berkah dan keteguhan iman, keselamatan dan keislaman, Tuhanku dan Tuhanmu yaitu Allah.(HR Tirmidzi). Selamat tinggal keburukan pada 2006. Kita songsong perubahan positif di tahun baru, 2007.

Posting Komentar

0 Komentar